BERITA Lalu Hadrian Irfani LHI Sekolah

Komisi X DPR RI Ungkap Alasan Memilih UHO sebagai Lokasi Pembahasan RUU Sisdiknas

Oleh: Redaksi Dipublikasikan: Senin, 27 Juli 2026


KENDARI – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan alasan dipilihnya Universitas Halu Oleo (UHO) sebagai lokasi pelaksanaan Workshop Bina Talenta bertema Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Menurutnya, forum tersebut menjadi langkah awal Komisi X DPR RI dalam menyerap aspirasi dari perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara sebelum pembahasan RUU Sisdiknas diselesaikan.

Pernyataan itu disampaikan usai membuka secara resmi Workshop Bina Talenta hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Komisi X DPR RI, dan Universitas Halu Oleo di Gedung Rektorat UHO, Senin (27/7/2026).

Lalu Hadrian menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda Komisi X DPR RI untuk menghimpun berbagai pandangan dan masukan dari kalangan akademisi, dosen, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi terkait substansi RUU Sisdiknas.

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan di Universitas Halu Oleo. Ini merupakan salah satu kegiatan kedewanan dalam bentuk workshop. Tujuannya yaitu untuk menyerap aspirasi," ujar Lalu Hadrian.

Masukan Akademisi Jadi Bahan Penyempurnaan RUU Sisdiknas

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, seluruh hasil diskusi dalam workshop akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Komisi X DPR RI dalam menyempurnakan pembahasan RUU Sisdiknas.

Menurutnya, penyusunan regulasi pendidikan nasional harus dibangun berdasarkan masukan dari berbagai elemen, terutama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia.

"Hasil workshop nanti, hasil diskusi dari workshop ini tentu menjadi sangat penting bagi kami di Komisi X dalam memperkaya pertimbangan-pertimbangan untuk memutuskan draft RUU tentang Sistem Pendidikan Nasional," katanya.

UHO Jadi Kampus Pertama, Selanjutnya Libatkan Perguruan Tinggi Lain

Menjawab pertanyaan mengenai alasan pelibatan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, Lalu Hadrian menjelaskan bahwa Universitas Halu Oleo menjadi kampus pertama dalam rangkaian kegiatan penyerapan aspirasi tersebut.

Namun, ia memastikan Komisi X DPR RI akan memperluas forum serupa ke berbagai perguruan tinggi lain, termasuk perguruan tinggi swasta di berbagai daerah.

"Hari ini kita baru melibatkan UHO. Tentu ke depan kita akan melibatkan seluruh perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta," ujarnya.

Komisi X DPR RI Ingin Kurangi Ketimpangan Pendidikan

Lalu Hadrian menilai pembahasan RUU Sisdiknas tidak boleh hanya didasarkan pada perspektif perguruan tinggi di Pulau Jawa. Menurutnya, aspirasi dari kampus-kampus di luar Jawa, khususnya di kawasan timur Indonesia, sangat penting agar kebijakan pendidikan benar-benar mencerminkan kebutuhan seluruh daerah.

Ia mengakui masih terdapat ketimpangan pembangunan pendidikan antardaerah yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR RI.

"Nah, inilah yang menjadi tugas dan PR kami di Komisi X agar ketimpangan ini tidak terus melebar. Bahkan hak bagi setiap warga negara, di mana pun berada, harus kita pertegas melalui RUU Sisdiknas ini untuk memperoleh pendidikan yang sama," tegasnya.

Dorong Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Berkeadilan

Melalui Workshop Bina Talenta tersebut, Komisi X DPR RI berharap proses penyusunan RUU Sisdiknas mampu melahirkan regulasi yang lebih inklusif, berkeadilan, serta memperkuat pemerataan mutu pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

Selain menjadi wadah penyerapan aspirasi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan perguruan tinggi dalam merumuskan sistem pendidikan nasional yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Bagikan Informasi Ini: