BERITA

Lalu Hadrian Irfani: PON XXII 2028 Harus Efisien, Tingkatkan Ekonomi NTB dan NTT

Oleh: Redaksi Dipublikasikan: Senin, 29 Juni 2026


Mataram, HadrianIrfani.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur harus mengedepankan prinsip efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan maupun dampak positif bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Lalu Hadrian usai bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, menyusul penyerahan Surat Keputusan (SK) penetapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028.

Menurutnya, penyelenggaraan PON kali ini akan mengusung konsep yang berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Pemerintah mengarahkan agar tidak dilakukan pembangunan venue olahraga baru yang membutuhkan anggaran besar, melainkan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.

"Kami sudah bertemu dengan Pak Menpora sekaligus membahas tindak lanjut setelah penyerahan SK tuan rumah. Tentu kami akan mendukung penuh kebijakan pemerintah, termasuk jika hal tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden," ujar Lalu Hadrian.

Jakarta Menjadi Penopang PON 2028

Sebagai bagian dari konsep efisiensi, Pemerintah turut melibatkan Daerah Khusus Jakarta sebagai provinsi penopang penyelenggaraan PON XXII. Sejumlah cabang olahraga yang membutuhkan venue berstandar nasional dan internasional akan dipertandingkan di Jakarta.

Langkah tersebut diambil agar pemerintah tidak perlu membangun fasilitas olahraga baru di NTB maupun NTT yang berpotensi tidak termanfaatkan secara optimal setelah pelaksanaan PON.

"Prinsipnya, PON 2028 tidak membangun venue baru. Daripada menghabiskan anggaran untuk pembangunan fasilitas yang sangat besar, maka cabang olahraga yang belum memiliki venue memadai akan dilaksanakan di Jakarta," jelasnya.

Pembagian Cabang Olahraga

Berdasarkan rancangan awal, PON XXII 2028 akan mempertandingkan sekitar 67 cabang olahraga.

Adapun pembagian sementara meliputi:

  • 31 cabang olahraga di NTB;

  • 26 cabang olahraga di NTT;

  • Sisanya akan dipertandingkan di Jakarta, khususnya cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus seperti akuatik, balap sepeda, dan beberapa nomor lainnya.

Skema tersebut dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga efisiensi penggunaan anggaran negara sekaligus memastikan seluruh pertandingan berlangsung sesuai standar.

Momentum Menggerakkan Ekonomi Daerah

Selain sukses sebagai ajang olahraga nasional, Lalu Hadrian berharap PON XXII mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di NTB dan NTT.

Ia meminta pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan sektor pariwisata, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menghidupkan ekonomi masyarakat.

"Kami mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi NTB dan NTT agar PON ini menjadi momentum mengembangkan ekonomi masyarakat. UMKM harus tumbuh, sektor riil bergerak, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.

Tidak Ada Pembangunan Stadion Baru

Lalu Hadrian juga kembali menegaskan arahan Presiden agar penyelenggaraan PON 2028 tidak diikuti pembangunan stadion atau venue baru yang berpotensi menjadi aset tidak produktif setelah event selesai.

Menurutnya, pemerintah hanya membuka kemungkinan rehabilitasi atau peningkatan fasilitas olahraga yang telah ada apabila memang diperlukan.

Pemerintah Provinsi NTB dan NTT diketahui telah menyiapkan anggaran awal masing-masing sekitar Rp250 miliar untuk mendukung operasional penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. Dalam waktu dekat, Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia akan melakukan koordinasi lanjutan untuk menentukan berbagai aspek teknis, termasuk lokasi upacara pembukaan dan penutupan PON yang dijadwalkan berlangsung pada September 2028.

Sumber: Diadaptasi dari pemberitaan Elshinta News.

Bagikan Informasi Ini: